Kalkulator Hukum Ohm
Hitung tegangan, arus, resistansi, atau daya jika Anda tahu dua nilai.
Kalkulator Hukum Ohm
Hukum Ohm menghubungkan tegangan, arus, dan resistansi dalam sirkuit listrik: tegangan mendorong arus melalui resistansi. Daya (watt) terkait ketiganya sebagai P = V × I. Dengan mengetahui dua dari empat besaran, Anda dapat menghitung sisanya.
Kalkulator ini memungkinkan Anda memilih yang dihitung — tegangan, arus, resistansi, atau daya — dan memasukkan nilai yang diketahui. Ini menerapkan rumus hukum Ohm DC standar, termasuk bentuk alternatif seperti P = V²/R dan P = I²R ketika pasangan itu yang Anda miliki.
Gunakan untuk pengecekan PR cepat, troubleshooting di meja kerja, dan memahami bagaimana perubahan resistansi atau tegangan memengaruhi arus pada beban DC. Untuk sirkuit AC dengan motor, pertimbangkan juga faktor daya melalui kalkulator watt/ampere.
Cara kerja kalkulator ini
- Pilih yang dihitung: tegangan (V), arus (I), resistansi (R), atau daya (P).
- Masukkan dua (atau lebih) nilai yang diketahui untuk variabel lain — biarkan yang tidak diketahui 0 atau kosong sesuai kebutuhan.
- Relasi inti: V = I × R (hukum Ohm).
- Relasi daya: P = V × I, juga P = V²/R dan P = I²R.
- Alat memilih susunan ulang yang benar berdasarkan apa yang Anda hitung dan input yang Anda berikan.
Hubungan inti hukum Ohm
V = I × R | P = V × I | P = V² ÷ R | P = I² × R | V = tegangan (volt), I = arus (ampere), R = resistansi (ohm), P = daya (watt)
Tegangan dalam volt sama dengan arus dalam ampere dikali resistansi dalam ohm. Daya dalam watt adalah tegangan dikali arus. Saat Anda tahu tegangan dan resistansi tanpa arus, P = V²/R. Saat Anda tahu arus dan resistansi tanpa tegangan, P = I²R. Ini setara untuk sirkuit DC resistif.
Rumus yang dipakai alat ini
- Relasi inti: V = I × R dan P = V × I.
- Pilih yang dihitung; masukkan nilai lain yang diketahui.
- Nilai yang hilang diperoleh dari rumus hukum Ohm standar.
Contoh: cari arus
Beban DC 12 V terhubung melalui resistansi 4 Ω (hitung arus).
- Pilih hitung: arus (I).
- Masukkan V = 12 dan R = 4.
- I = V ÷ R = 12 ÷ 4 = 3 A.
- Daya P = V × I = 12 × 3 = 36 W (juga P = I²R = 9 × 4 = 36 W).
Tips praktis
- Hukum Ohm dalam bentuk ini mengasumsikan DC atau AC resistif — motor dan transformator membutuhkan faktor daya.
- Resistansi mencakup kabel, konektor, dan beban — bukan hanya komponen resistor diskrit.
- Menggandakan tegangan menggandakan arus jika resistansi tetap (daya menjadi empat kali lipat).
- Gunakan satuan konsisten: volt, ampere, ohm, watt — miliampere perlu dikonversi ke ampere.
- Resistansi nol adalah korsleting secara teori; kabel nyata selalu punya beberapa R.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu hukum Ohm?
Hukum Ohm menyatakan V = I × R: tegangan pada konduktor sama dengan arus melaluinya dikali resistansi. Ini hubungan dasar untuk sirkuit DC dan resistif. Georg Ohm mendefinisikannya untuk konduktor logam pada suhu konstan.
Bagaimana menghitung setiap variabel?
Tegangan: V = I × R, atau V = P/I, atau V = √(P × R). Arus: I = V/R, atau I = P/V, atau I = √(P/R). Resistansi: R = V/I, atau R = P/I², atau R = V²/P. Daya: P = V × I, atau P = V²/R, atau P = I²R. Kalkulator ini memilih bentuk yang tepat dari input Anda.
Apakah hukum Ohm berlaku untuk solar dan baterai?
Ya untuk bagian DC: baterai ke beban, MPPT ke baterai, dalam elemen resistif. Resistansi internal baterai dan penurunan kabel mengikuti V = I × R. Perilaku sistem keseluruhan juga mencakup kimia dan pengontrol di luar hukum Ohm murni.
Apa beda V, I, R, dan P?
V (volt) adalah tekanan listrik. I (ampere) adalah aliran arus. R (ohm) menahan aliran. P (watt) adalah daya — laju energi digunakan atau disalurkan. P = V × I menghubungkan daya dengan tiga lainnya.
Bisakah resistansi berubah?
Ya. Banyak beban bukan resistor tetap — LED, motor, dan pemanas mengubah resistansi efektif saat memanas atau berubah kecepatan. Hukum Ohm tetap berlaku seketika; R yang Anda hitung adalah nilai setara pada titik operasi itu.
Bagaimana ini terkait watt-ke-ampere?
Watt-ke-ampere adalah P dan V (dengan PF opsional) → I. Hukum Ohm kerangka lebih lengkap: dua dari V, I, R, P menentukan sisanya. Gunakan watt-ke-ampere untuk konversi AC/DC cepat; gunakan hukum Ohm saat resistansi diketahui atau Anda butuh keempat besaran.
Panduan terkait
Kalkulator terkait
Lanjutkan perhitungan dengan alat terkait.
Kalkulator Watt ke Ampere
Konversi watt ke ampere untuk sirkuit AC atau DC dengan faktor daya opsional.
Buka kalkulatorKalkulator Ampere ke Watt
Konversi ampere ke watt pada tegangan sistem Anda.
Buka kalkulatorKalkulator Faktor Daya
Temukan faktor daya dan daya reaktif dari daya nyata dan semu.
Buka kalkulator